Lagi Gabut? Jangan Buka TikTok! Coba Pesen 'Dopamine Menu' Biar Waras

Hypewe.com – Skenario yang pasti lo alami setiap hari: Lo lagi ada waktu luang 15 menit sebelum rapat, atau lagi nunggu ojek online. Otak lo teriak: "Bosen! Butuh hiburan!" Tangan lo, tanpa diperintah, langsung merogoh saku, buka kunci HP, dan klik ikon warna hitam-putih (TikTok) atau ungu-oranye (IG). Dua jam kemudian, lo masih di posisi yang sama, mata kering, dan hati lo ngerasa kosong. "Gila, waktu gue kebuang percuma lagi."

Di tahun 2026, kita sadar bahwa scrolling itu bukan istirahat. Itu adalah Junk Food Mental. Enak di awal, tapi bikin sakit perut belakangan. Untuk melawannya, Gen Z di seluruh dunia mulai menerapkan konsep viral bernama "Dopamine Menu". Ini bukan menu makanan restoran, tapi menu aktivitas. Alih-alih nyari dopamin murah dari algoritma, lo "memesan" kebahagiaan lo sendiri secara sadar. Gimana cara bikinnya? Anggap otak lo adalah pelanggan restoran Michelin Star.

1. Appetizers (Makanan Pembuka)

Ini adalah kegiatan singkat (5-10 menit) buat ngasih boost energi instan tanpa harus nyedot perhatian penuh. Cocok buat jeda kerja.

  • Menu:

    • Melakukan Floor Time (rebahan di lantai) sejenak.

    • Joget 1 lagu pake playlist favorit.

    • Minum segelas air dingin pelan-pelan.

    • Elus kucing/anjing peliharaan.

  • Efek: Lo dapet dopamin cepat tanpa risiko terjebak looping berjam-jam kayak di medsos.

2. Main Course (Hidangan Utama)

Ini adalah aktivitas yang beneran bikin hati lo kenyang (Fulfilling). Butuh waktu lebih lama (30-60 menit) dan fokus penuh.

  • Menu:

    • Masak makanan beneran (bukan mie instan).

    • Baca 1 bab buku fiksi.

    • Olahraga (Lari/Gym/Yoga).

    • Deep Talk sama temen tanpa pegang HP.

    • Ngerjain hobi fisik (ngerakit Gundam, merajut, melukis).

  • Efek: Setelah selesai, lo merasa bangga dan produktif. Gak ada post-scrolling regret (penyesalan habis main HP).

3. Sides (Makanan Pendamping)

Kegiatan yang bisa lo lakukan SAMBIL melakukan hal lain. Ini buat bikin aktivitas membosankan jadi lebih seru.

  • Menu:

    • Dengerin Podcast kriminal sambil nyuci piring.

    • Dengerin Audiobook sambil di kereta (Commuting).

    • Nyanyi kenceng sambil mandi.

  • Efek: Mengubah waktu mati (Dead time) menjadi waktu yang menyenangkan.

4. Desserts (Makanan Penutup)

Nah, ini adalah "Junk Food" alias Medsos/Game. Apakah gak boleh sama sekali? Boleh, tapi posisinya sebagai Dessert. Lo cuma boleh makan dessert KALAU lo udah makan Main Course.

  • Aturan Main:

    • Buka TikTok/IG cuma 15 menit setelah selesai kerja atau olahraga.

    • Main game gacha cuma pas weekend sebagai hadiah.

  • Efek: Lo menikmati medsos sebagai hiburan, bukan sebagai pelarian. Rasanya lebih manis karena lo tau lo "berhak" mendapatkannya.

Kenapa Konsep Ini Viral?

Karena kita lelah menjadi zombi. Dopamine Menu mengembalikan kendali ke tangan kita. Saat lo bosen, lo gak refleks buka HP. Lo liat "Menu" fisik yang udah lo tulis di tembok kamar atau di notes HP: "Hmm, gue lagi bosen. Gue mau pesen 'Appetizer' joget satu lagu ah."

Ini mengubah Impulsivitas (tindakan tanpa mikir) menjadi Intensionalitas (tindakan dengan niat). Dan di zaman di mana perhatian kita dicuri setiap detik, memilih kebahagiaan lo sendiri adalah bentuk perlawanan paling punk.


Coba tulis Dopamine Menu versi lo sekarang di kertas. Tempel di meja kerja. Besok pas lo gabut, jangan buka HP. Liat menu itu dan pilih satu. Menu andalan lo buat 'Appetizer' apa? Share di kolom komentar buat inspirasi yang lain!

0/Post a Comment/Comments