Tren 'Rawdogging' Flight: 10 Jam di Pesawat Tanpa HP & Film, Sanggup Lo?

Hypewe.com – Bayangkan lo masuk pesawat buat penerbangan Jakarta - Tokyo (7 jam). Normalnya, lo bakal sibuk download 5 film di Netflix, nyiapin playlist Spotify, bawa Nintendo Switch, dan beli paket Wi-Fi onboard. Lo takut mati gaya.

Tapi cobaengok kursi sebelah. Ada cowok/cewek yang duduk tegak, tangan dilipat, tatapan lurus ke layar kursi yang cuma nampilin Peta Penerbangan. Dia gak pake headphone. Dia gak tidur. Dia gak makan. Dia cuma... Ada. Selama 7 jam penuh.

Inilah fenomena "Rawdogging Flight". Istilah slang yang awalnya punya konotasi lain, kini diadopsi Gen Z untuk menggambarkan tindakan melakukan sesuatu secara "Mentahan" tanpa bantuan alat hiburan apapun. Kenapa menyiksa diri di ketinggian 30.000 kaki kini dianggap Cool dan Sigma?

1. The Ultimate Flex: "Gue Gak Kecanduan Dopamin"

Di era di mana kita panik kalau HP lowbat 1%, mampu duduk diam dengan pikiran sendiri selama berjam-jam adalah Simbol Status Baru. Ini adalah cara Gen Z bilang: "Mental gue kuat. Gue gak butuh iPad buat jadi babysitter gue." Melakukan Rawdogging Flight dianggap sebagai latihan Stoikisme. Lo menerima rasa bosan, lo menerima durasi waktu yang lambat, dan lo berdamai dengan isi kepala lo sendiri tanpa distraksi.

2. Dopamine Detox Jalur Langit

Secara tidak sadar, ini adalah bentuk ekstrem dari Dopamine Detox. Di darat, otak kita digempur notifikasi non-stop (Brain Rot). Di pesawat, lo punya kesempatan langka untuk memutus semua itu. Dengan hanya menatap awan atau peta (yang geraknya lambat banget), lo memaksa otak lo masuk ke mode Default Mode Network. Ini fase di mana kreativitas dan ide-ide gila biasanya muncul. Habis Rawdogging 10 jam, pas mendarat otak rasanya kayak habis di-factory reset. Segar, tajam, dan siap tempur.

3. Romantisasi "Main Character"

Ada elemen sinematik di sini. Saat orang lain sibuk ketawa nonton film komedi, lo duduk diam menatap jendela dengan wajah misterius. Lo merasa kayak agen rahasia di film Jason Bourne atau karakter anime yang lagi mikirin masa depan dunia. Gen Z suka estetika melankolis. Dan tidak ada yang lebih melankolis daripada bengong di atas samudra pasifik sendirian.

4. Tapi Awas, Jangan Sampai Dehidrasi!

Tren ini punya sisi ekstrem yang bahaya. Beberapa konten kreator memamerkan Rawdogging sampai level: Gak Makan & Gak Minum. Ini BODOH. Udara kabin pesawat itu kering banget. Risiko dehidrasi dan DVT (Deep Vein Thrombosis / Penggumpalan Darah) itu nyata kalau lo gak gerak dan gak minum. Cara Rawdogging yang Benar:

  • Hiburan: NOL (Gak boleh film/musik).

  • Nutrisi: WAJIB (Minum air putih banyak, makan secukupnya).

  • Gerak: WAJIB (Stretching kaki tiap 2 jam). Jangan sampai lo mendarat langsung masuk UGD cuma demi konten.


Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Q: Boleh tidur gak sih pas Rawdogging? A: Versi Hardcore-nya bilang GAK BOLEH. Tujuannya adalah sadar penuh (Mindfulness) menghadapi kebosanan. Tapi kalau versi santai, tidur itu proses alami tubuh, jadi sah-sah aja. Yang dilarang itu "Mengalihkan Perhatian" (Distraction).

Q: Apa gunanya liatin Peta (Flight Map) doang? A: Itu satu-satunya visual yang diizinkan karena sifatnya informatif dan hipnotik. Liat pesawat kecil gerak 1 milimeter per jam itu ngelatih kesabaran tingkat dewa.


(Kesimpulan) Kita terlalu sering lari dari kebosanan. Padahal, kebosanan itu gak mematikan. Justru di dalam kebosanan itulah kita sering menemukan diri kita kembali.

Rawdogging Flight mungkin terdengar ekstrem, tapi pesannya bagus: Lo gak butuh layar buat merasa hidup. Lain kali lo terbang, coba tantang diri lo. Matikan layar hiburan. Bisakah lo berteman dengan pikiran lo sendiri selama 1 jam saja?

Berani coba Rawdogging di penerbangan selanjutnya? Atau lo tim 'Mending Tidur'? Tag temen lo yang gak bisa lepas dari HP di kolom komentar!

Embrace the Boredom, Own Your Mind.

0/Post a Comment/Comments