Gak Cuma Nyoblos 5 Tahun Sekali, Gen Z Berpolitik Lewat Struk Belanja!


Hypewe.com - Banyak boomer yang bilang kalau Gen Z dan Alpha itu apatis sama politik. Katanya kita males ke TPS, males nonton debat capres, dan cuma peduli sama joget TikTok.

Excuse me? Mereka salah besar.

Cara kita berpolitik itu beda, bestie. Kita mungkin skeptis sama politisi di gedung parlemen, tapi kita sangat peduli sama apa yang terjadi di dunia. Dan senjata utama kita bukan cuma paku coblosan, tapi DOMPET.

Di rubrik POV: Politics kali ini, kita bakal bahas fenomena "Ethical Consumption" alias berpolitik lewat kebiasaan jajan. Karena di tahun 2025, "Where you spend your money is who you vote for."

1. Apa Itu "Voting with Your Wallet"?

Simpelnya gini: Setiap kali lo ngeluarin duit buat beli produk dari sebuah Brand, lo itu lagi ngasih "suara" dukungan buat Brand tersebut.

Lo beli baju dari toko Fast Fashion yang pekerjanya digaji di bawah standar? Berarti lo secara gak langsung setuju sama perbudakan modern. Lo beli kopi dari perusahaan yang nyumbang dana buat perang? Berarti duit lo ikut andil di sana.

Kedengarannya berat? Emang. Tapi inilah realitas ekonomi politik zaman now. Gen Z sadar kalau duit recehan kita kalau dikumpulin bisa ngeruntuhin saham perusahaan raksasa.

2. The Power of Boycott: Bukan Cuma Ikut-ikutan

Ingat gelombang boikot besar-besaran di tahun 2024-2025 kemarin? Itu bukti nyata kekuatan kita. Brand-brand besar yang tadinya arogan dan merasa untouchable, tiba-tiba panik minta maaf dan revisi kebijakan mereka karena penjualan anjlok.

Ini bukan soal "Cancel Culture" buat asik-asikan doang. Ini adalah mekanisme Check and Balance. Ketika hukum negara lambat menindak perusahaan nakal (perusak lingkungan, pelanggar HAM), konsumenlah yang jadi hakimnya.

3. Hati-Hati Jebakan "Greenwashing"

Tapi, jangan gampang ketipu juga. Mentang-mentang kemasannya warna cokelat kertas daur ulang dan ada tulisan "Eco-Friendly", lo langsung percaya.

Banyak brand yang melakukan Greenwashing—pura-pura peduli lingkungan/sosial cuma buat marketing (pencitraan doang!), padahal aslinya tetep ngerusak.

Sebagai generasi yang smart, "politik" kita juga harus cerdas. Riset dulu sebelum beli. Cek track record perusahaannya. Jangan sampai niat hati mau dukung bumi, eh malah dukung penipu.

4. Mendukung UMKM = Politik Pemerataan

Berpolitik lewat dompet juga bisa berarti hal positif, lho. Contoh paling gampang: Beli di Warung Tetangga atau Brand Lokal.

Daripada duit lo lari ke CEO asing yang udah kaya raya buat beli kapal pesiar ke-10, mending duit lo muter di ekonomi lokal. Lo ngebantu tetangga lo nyekolahin anaknya, lo ngebantu kreator lokal berkarya. Itu adalah bentuk politik pemerataan ekonomi yang paling nyata.

(Kesimpulan) Jadi, politik itu gak melulu soal siapa presidennya. Politik ada di setiap keputusan lo pas checkout keranjang belanja.

Lo punya kekuatan besar di tangan (dan saldo e-wallet) lo. Gunakan itu buat ngebentuk dunia yang lo mau. Mau dunia yang lebih adil, ramah lingkungan, dan manusiawi? Mulai dari setop beli produk dari perusahaan yang red flag.

Jadilah konsumen yang rewel, kritis, dan berisik. Karena kalau kita diam, mereka bakal jalan terus.

So, what are you buying today? Make sure it aligns with your values!

0/Post a Comment/Comments