Lupakan Flexing! 'Underconsumption Core' Jadi Trend Paling Aesthetic Akhir Tahun

Hypewe.com - Ingat gak sih, tahun 2023 atau 2024 lalu FYP kita isinya orang unboxing paket segunung setiap hari? Jujur, lama-lama capek juga ya liatnya. Nah, di penghujung 2025 ini, angin segar berhembus di algoritma TikTok dan Instagram Reels.

Ucapkan selamat tinggal sama budaya konsumtif yang maksa, dan say hello ke "Underconsumption Core". Trend ini lagi hits banget di kalangan Gen Z yang mulai sadar kalau punya sedikit barang itu justru bikin hidup lebih tenang (dan dompet lebih tebal!). Buat lo yang pengen tetap hits tapi tabungan aman, simak kenapa trend ini jadi primadona baru.

Apa Itu "Underconsumption Core"?

Simpelnya, ini adalah seni menikmati apa yang lo punya. Kalau dulu orang bangga pamer koleksi skincare 100 botol, anak-anak Underconsumption Core justru bangga mamerin satu botol pelembab yang udah dipencet sampai gepeng karena bener-bener dipakai sampai habis (hit pan).

Estetikanya bukan lagi barang baru yang mengkilap, tapi barang-barang yang kelihatan "lived-in" atau "dicintai". Sepatu sneakers yang agak dekil karena sering dipakai jalan-jalan justru dianggap lebih punya soul dibanding sepatu baru yang cuma diem di rak.

Kenapa Trend Ini Viral Banget?

1. Era "De-influencing" Gen Z dan Alpha udah pinter. Mereka mulai krisis kepercayaan sama influencer yang tiap hari nyuruh beli barang viral yang sebenernya gak penting-penting amat. De-influencing muncul sebagai gerakan jujur: "Jangan beli ini, lo gak butuh."

2. Relate dengan Kondisi Dompet Jujur aja, ekonomi 2025 emang lagi tricky. Trend ini memvalidasi perasaan kita bahwa gak punya barang branded terbaru itu OKE BANGET. Lo gak perlu ngutang paylater demi validasi orang asing di internet.

3. Aesthetic yang "Adem" Video Underconsumption Core biasanya tenang. Visualnya cuma nuangin kopi sachet di gelas lama, nata ulang baju-baju lama, atau refill sabun cair. ASMR visual ini bikin otak rileks dibanding video haul yang heboh teriak-teriak.

Cara Join Trend Ini (Tanpa Kelihatan Pelit)

Mau ikutan trend ini biar FYP lo makin positif? Gampang banget:

  • Project Pan: Bikin konten progres lo ngehabisin makeup atau skincare sampai tetes terakhir. Percaya deh, ada kepuasan tersendiri liat botol kosong!

  • Capsule Wardrobe: Sortir lemari lo. Pilih baju-baju basic yang bisa di-mix and match. Tunjukin kalau lo bisa tampil keren seminggu full cuma dengan 5 potong baju.

  • Repurposing: Toples selai kaca jadi gelas kopi aesthetic? Why not! Justru itu seni dari sustainable living.

  • Secondhand Pride: Kalau emang harus beli, prioritasin thrift atau preloved. Selain murah, lo ngebantu ngurangin limbah tekstil.

Conclusion

Underconsumption Core bukan cuma sekadar trend sesaat, tapi movement yang ngajak kita buat lebih sadar (mindful). Di tengah gempuran iklan yang nyuruh kita belanja terus, berani bilang "Cukup" adalah bentuk flexing yang sebenernya.

Jadi, daripada stress mikirin wishlist akhir tahun yang gak abis-abis, mending coba challenge diri sendiri: "Bisa gak ya gue gak belanja barang fashion sebulan ini?"

Yuk, jadi generasi yang smart finansial tapi tetap punya selera bagus! Share artikel ini ke bestie lo yang keranjang oren-nya udah numpuk, biar tobat bareng!

0/Post a Comment/Comments