Mantan Duta Besar RI untuk AS, Dino Patti Djalal, baru aja ngasih "6 Saran Kunci" (SOP) biar Indonesia nggak terjebak permainan politik Negeri Paman Sam. Poin yang paling menohok adalah soal keberanian buat keluar alias Walk Out.
1. Jangan Cuma Jadi Penggembira
Dino menegaskan, posisi Indonesia di sana harus punya "Gigi". Jangan sampai kita cuma duduk manis, dengerin Trump pidato, terus manggut-manggut setuju (Yes Man). Indonesia harus aktif menyumbang ide perdamaian yang konkret, terutama buat isu Palestina dan Ukraina, sesuai konstitusi kita yang anti-penjajahan.
2. Tombol Merah: Kapan Harus Keluar?
Ini saran Dino yang paling savage. Beliau bilang, Indonesia harus menetapkan "Red Line" (Garis Merah). Jika di tengah jalan Board of Peace ini malah:
Mendukung aneksasi wilayah (misal: Mendukung Israel caplok Tepi Barat secara ilegal).
Melanggar hukum internasional.
Cuma jadi alat kampanye sepihak Amerika.
Maka, Indonesia WAJIB KELUAR.
"Kalau sudah melenceng dari prinsip dasar kita, opsi 'exit' harus diambil. Jangan takut," kira-kira begitu pesan tersiratnya. Keluar dari forum itu adalah bentuk protes diplomatik yang powerful banget.
3. Pertaruhan 'Bebas Aktif'
Gen Z harus paham, prinsip politik luar negeri kita itu Bebas Aktif.
Bebas: Nggak memihak blok manapun (nggak jadi antek AS, nggak jadi antek China).
Aktif: Ikut serta menjaga perdamaian dunia.
Kalau kita terjebak di Board of Peace yang bias, berarti kita udah melanggar prinsip "Bebas" kita sendiri. Reputasi Indonesia sebagai "Juru Damai Netral" bisa hancur di mata dunia, khususnya di mata negara-negara berkembang (Global South).
4. Reaksi Kita? Dukung Penuh!
Sebagai rakyat, kita wajib dukung pemerintah buat punya mental baja. Keren banget kalau Indonesia bisa jadi penyeimbang di forum itu. Berani bilang "NO" ke Trump kalau kebijakannya ngaco. Itu baru namanya Macan Asia.
Kesimpulan
Bergabung itu mudah, bertahan dengan prinsip itu susah. Saran Pak Dino ini adalah pengingat biar kita nggak silau sama lampu sorot panggung internasional.
Kita mau Indonesia dikenal sebagai negara yang berdaulat, bukan negara yang cuma ngekor kemana angin berhembus. Diplomacy is not about being nice, it's about being right.

Posting Komentar