Tapi, Presiden Prabowo melihat ini dari sudut pandang lain. Dikutip dari Liputan6, beliau menegaskan bahwa rumah dengan atap seng itu Tidak Manusiawi untuk iklim tropis Indonesia.
"Rumah rakyat itu harus layak huni. Jangan kasih seng, panasnya kayak oven. Kasih genteng, biar sejuk, biar anak-anak bisa belajar dengan tenang."
1. Perang Melawan 'Rumah Oven'
Secara sains, Presiden bener banget.
Seng/Logam: Adalah konduktor panas yang baik. Matahari siang hari langsung diserap dan dipancarkan ke dalam kamar. Suhu ruangan bisa beda 3-5 derajat lebih panas dibanding luar.
Genteng Tanah Liat: Punya sifat isolator. Dia menyerap panas tapi menahannya (tidak langsung diteruskan ke bawah). Ada pori-pori yang bikin sirkulasi udara lebih baik.
Selain suhu, faktor Kebisingan juga jadi poin. Atap seng kalau kena hujan deras suaranya bisa bikin orang teriak-teriak nggak kedengeran. Stres, kan?
2. Misi Estetika: Mengubah Wajah Desa Kumuh
Selain faktor kenyamanan, ada faktor visual. Kawasan padat penduduk yang atapnya seng karatan seringkali diasosiasikan dengan Kawasan Kumuh (Slum Area). Dengan "Gentengnisasi", pemerintah ingin mengubah landscape perumahan rakyat jadi lebih rapi, estetik, dan "Memanusiakan Manusia". Rumah bergenteng merah/cokelat secara psikologis memberikan kesan homey dan mapan.
3. Tantangan Teknis: Biaya Konstruksi Membengkak?
Niatnya mulia, tapi pelaksanaannya pasti butuh Cuan Lebih. Ini tantangan buat kontraktor dan penerima bantuan:
Beban Berat: Genteng tanah liat itu jauuuuh lebih berat daripada selembar seng.
Rangka Atap: Artinya, rangka atap (Kuda-kuda) nggak bisa asal-asalan. Harus pakai kayu kuat atau Baja Ringan dengan spec yang lebih tebal dan rapat.
Budget: Biaya rangka atap + harga genteng pasti lebih mahal 30-50% dibanding pasang seng.
Apakah anggaran bedah rumah dari pemerintah bakal dinaikkan buat mengakomodasi ini? Kita tunggu aturan teknisnya.
4. Angin Segar Buat Pengrajin Genteng Lokal
Yang pasti senyum lebar denger berita ini adalah para UMKM Pengrajin Genteng (seperti di Jatiwangi, Kebumen, dll). Selama 10 tahun terakhir, bisnis mereka mati suri digempur atap baja ringan dan spandek pabrikan. Dengan adanya mandat presiden ini, permintaan genteng tanah liat bakal meroket lagi. Ekonomi desa penghasil genteng bakal hidup kembali.
Kesimpulan
Gerakan "Gentengnisasi" ini adalah langkah kecil yang dampaknya besar buat kualitas hidup. Tidur nyenyak di ruangan adem itu hak asasi, Sob.
Buat lo yang lagi bangun rumah, coba pertimbangkan lagi. Mending keluar duit lebih dikit buat pasang genteng, daripada irit pasang seng tapi seumur hidup bayar tagihan listrik AC karena kepanasan?
Back to nature, back to genteng.

Posting Komentar