Tragedi Hajatan Maut! Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta Gegara Rp500 Ribu


Hypewe.com - Nggak ada yang pernah menyangka kalau tenda biru hajatan yang dipenuhi bunga dan hiasan indah itu bakal jadi lokasi hilangnya nyawa seorang ayah. Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Sabtu (4/4/2026) kemarin di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Korban bernama Dadang, sang pemilik hajatan yang sedang menikahkan anaknya, harus meregang nyawa di tangan sekelompok pemuda yang diduga kuat merupakan preman kampung setempat. Modus operandinya sangat klasik namun brutal: pemalakan berkedok "jatah keamanan".

💸 1. Kronologi Pemalakan: Dikasih Hati, Minta Jantung!

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian dan keluarga korban, tragedi ini bermula pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB. Di tengah hiruk-pikuk tamu undangan yang sedang menikmati hidangan resepsi, sekelompok preman datang menghampiri pihak keluarga.

Mereka menuntut uang "jatah" dari acara hajatan tersebut. Demi menghindari keributan dan menjaga kelancaran acara pernikahan anaknya, Dadang mengalah dan memberikan uang sebesar Rp100.000 kepada kelompok pemuda tersebut.

Namun, pepatah "dikasih hati minta jantung" benar-benar terjadi. Sekitar satu jam kemudian (pukul 15.00 WIB), kawanan preman yang sama kembali mendatangi lokasi. Kali ini, mereka dengan arogan meminta tambahan uang dengan nominal yang lebih besar, yakni Rp500.000. Merasa diperas dan permintaannya sudah tidak masuk akal, Dadang pun menolak dengan tegas.

🩸 2. Kesaksian Adik Korban: "Saya Dikeroyok 8 Orang!"

Penolakan Dadang rupanya memicu amarah para preman yang diduga sedang dalam pengaruh alkohol atau emosi tinggi. Terjadilah cekcok mulut hingga korban terpancing keluar dari area tenda resepsi. Di luar lokasi itulah, pengeroyokan brutal terjadi.

Wahyudin, adik kandung korban yang jauh-jauh datang dari Karawang untuk menghadiri pernikahan keponakannya, ikut menjadi korban keberingasan kelompok tersebut saat mencoba melerai.

"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak... Yang kedua minta Rp500 ribu, kakak saya menolak. Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin saat ditemui di Mapolres Purwakarta pada Sabtu malam.

Akibat pengeroyokan fisik yang tidak seimbang tersebut, Dadang tersungkur, ambruk, dan kehilangan kesadaran. Meski pihak keluarga dan tamu undangan sempat melarikannya ke rumah sakit terdekat, nyawa Dadang sudah tidak tertolong.

😭 3. Momen Pilu: Sang Anak Lapor Polisi Pakai Kebaya Pengantin

Video amatir yang merekam detik-detik Dadang kolaps di tengah hajatan langsung viral dan menyayat hati netizen. Dalam rekaman tersebut, terdengar jerit histeris tamu undangan, sementara istri korban langsung jatuh pingsan melihat suaminya terkapar tak bernyawa.

Namun, pemandangan paling memilukan justru terlihat di Mapolres Purwakarta pada malam harinya. Anak perempuan korban, yang seharusnya menikmati malam pertamanya sebagai pengantin baru, justru harus duduk di ruang tunggu kantor polisi. Ia menahan tangis dan kesedihan yang mendalam sambil masih mengenakan pakaian kebaya resepsi pernikahannya, menunggu proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas kematian ayah kandungnya.

🚔 4. Barang Bukti Belahan Bambu & Pengejaran Pelaku

Kasus yang mencoreng wajah keamanan lingkungan ini langsung ditangani secara serius oleh Satreskrim Polres Purwakarta. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, polisi menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga kuat digunakan oleh para pelaku untuk menghantam kepala dan tubuh korban.

Saat ini, jenazah Dadang masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk keperluan visum dan autopsi demi memastikan penyebab pasti kematian. Polisi juga telah mengantongi identitas para pengeroyok yang diketahui lebih dari dua orang, dan saat ini sedang dalam proses pengejaran (buron).

Kesimpulan: Hukum Berat Para Preman Kampung!

Tragedi di Purwakarta ini adalah bukti nyata bahwa penyakit masyarakat berupa "Premanisme Berkedok Uang Keamanan" masih menjadi sel kanker di tengah lingkungan kita. Rasa aman warga sipil untuk menggelar acara di rumahnya sendiri dirampas secara paksa oleh oknum-oknum pengangguran yang meresahkan.

Kejadian ini memicu kemarahan netizen se-Indonesia yang mendesak agar pihak kepolisian tidak hanya menangkap para pelaku, tapi juga memberikan pasal pembunuhan berencana dengan hukuman paling berat. Tidak ada satu pun alasan yang bisa membenarkan hilangnya nyawa seorang ayah, apalagi di hari pernikahan putri tercintanya.

0/Post a Comment/Comments

🔥
Pilihan Editor: Hypewe Finds
Gadget viral dan fashion hype lagi diskon. Cek promonya!