Keceplosan Bilang 'What the Sigma' Pas Presentasi? Fenomena 'Brainrot' Bikin Gen Z & Alpha Lupa Cara Ngobrol Pakai Bahasa Manusia

Hypewe.com – Pernah gak lo lagi ngobrol serius sama temen atau adik lo, terus tiba-tiba dia nyeletuk: "Duh, aura lo minus banget deh, gak sigma." Atau pas liat makanan enak, dia bilang: "Waduh, kena Fanum Tax nih."

Lo cuma bisa bengong. "Ini bocah ngomong bahasa planet mana?" Selamat datang di era Brainrot (Pembusukan Otak). Istilah kasar ini dipake buat ngegambarin kondisi seseorang yang Chronically Online (Terlalu lama di internet) sampai-sampai kosa kata, humor, dan cara mikirnya terkontaminasi sama algoritma meme yang absurd. Otaknya udah "digoreng" sama konten durasi 15 detik.

1. Gejala "Brainrot": Internet Bocor ke Realita

Dulu, bahasa internet (Internet Slang) cuma dipake di kolom komentar. Sekarang, bahasa itu bocor ke percakapan tatap muka.

Gejala utamanya:

  • Gak Bisa Deskripsiin Perasaan: Alih-alih bilang "Gue sedih", mereka bilang "Mood gue lagi down bad". Alih-alih bilang "Keren", mereka bilang "W Rizz".

  • Referensi Meme Tiap 5 Detik: Gak bisa ngomong satu kalimat utuh tanpa nyelipin kata-kata viral kayak Skibidi, Ohio, Mewing, atau Gyatt.

  • Susah Fokus (Goldfish Attention Span): Kalau diajak ngobrol topik berat lebih dari 1 menit, matanya langsung kosong (zoning out) nyari HP.

2. Kesenjangan Bahasa Antar Generasi

Buat Milenial atau Gen Z awal (kelahiran 1997-2000), ngedenger Gen Alpha ngomong itu kayak denger kode sandi.

  • "Bro, dia nge-mewing terus dari tadi, looksmaxxing parah." (Artinya: Dia lagi negasin rahang biar kelihatan cakep).

  • "Itu cowok red flag, skibidi behavior." (Artinya: Cowok itu aneh/jahat).

Masalahnya, bahasa ini Gak Laku di dunia profesional. Bayangin lo lagi wawancara kerja terus pewawancara nanya kelebihan lo, dan lo jawab: "Saya punya infinite aura, Pak." Dijamin langsung diusir satpam. Fenomena Brainrot bikin anak muda terancam susah dapet kerja karena dianggap gak sopan atau gak nyambung.

3. Kenapa Otak Kita Bisa "Busuk"?

Ini bukan salah lo sepenuhnya. Ini salah Dopamine Loop. Konten pendek yang cepet, berisik, dan absurd (Random) ngasih stimulus tinggi ke otak. Otak jadi males memproses bahasa yang kompleks dan puitis. Otak maunya yang instan dan lucu.

Akibatnya, kemampuan Deep Reading (Membaca mendalam) dan Critical Thinking (Berpikir kritis) menurun. Kita jadi beo yang cuma ngulang-ngulang kata viral tanpa tau konteks aslinya.

4. Obat Penawar: "Touch Grass"

Gimana cara nyembuhin Brainrot sebelum lo dianggap orang gila di tongkrongan? Istilahnya adalah Touch Grass (Pegang Rumput). Artinya: Keluar rumah, hirup udara segar, dan interaksi sama dunia fisik.

  • Baca buku fisik (Bukan caption TikTok).

  • Nonton film durasi 2 jam tanpa main HP (Latih fokus).

  • Ngobrol sama orang tua atau tukang sayur (Orang yang gak tau meme). Paksa otak lo buat kembali ke setelan pabrik: Menjadi Manusia, bukan Algoritma Berjalan.

(Kesimpulan) Meme itu lucu, bahasa gaul itu seru. Tapi kalau lo udah gak bisa bedain mana bercandaan internet dan mana percakapan serius, lo dalam bahaya.

Jangan sampai nanti pas ijab kabul atau sumpah jabatan, lo malah bilang "No Cap, for real, on God." Yuk, kurangin screen time dan mulai ngomong pakai Subjek-Predikat-Objek lagi.

Kata gaul apa yang paling sering lo denger tapi lo gak paham artinya? Atau lo sendiri korban Brainrot? Ngaku di kolom komentar (No skibidi allowed)!

Log Off, Look Up, Speak Human.

0/Post a Comment/Comments