Buat lo Gen Z yang kerja sebagai Freelancer, Content Creator, Affiliator, atau Trader Crypto, lo wajib duduk tegak dan baca ini. Pemerintah resmi mengoperasikan Coretax System (PSIAP) secara penuh.
Kalau dulu lo bisa "pura-pura lupa" masukin penghasilan endorse ke laporan SPT Tahunan, sekarang sistemnya bakal bilang: "Halo Kak, kok data di bank Kakak ada masuk Rp 50 Juta tapi di SPT nol ya?" Jeng jeng jeng! Selamat datang di era transparansi total.
Apa Itu Coretax System? (Bahasa Tongkrongan)
Bayangin DJP punya "Super App" yang terkoneksi ke mana-mana: Bank, Imigrasi, Bursa Saham, BPN (Tanah), sampai Samsat (Kendaraan). Sistem ini mengumpulkan data lo dari berbagai sumber itu secara otomatis (Pre-populated).
Jadi, pas lo buka akun pajak lo buat lapor SPT, datanya UDAH ADA di situ.
Bukti potong gaji kantor? Udah masuk.
Bunga deposito? Udah masuk.
Transaksi aset besar? Kedeteksi.
Tujuannya? Memudahkan kita biar nggak ribet ngisi manual (sisi positif), tapi sekaligus menutup celah buat "nakal" (sisi menyeramkan).
Kenapa Gen Z yang Paling Kena Dampak?
Karena Gen Z adalah raja dan ratu Gig Economy. Pekerjaan kita tuh abstrak: Jualan di TikTok Shop, dapet Gift pas Live Streaming, cuan dari Airdrop Kripto, atau joki tugas kuliah.
Dulu, penghasilan kayak gini susah dilacak. Sekarang? Selama uangnya masuk ke sistem perbankan atau E-Wallet yang terdaftar NIK, Coretax bisa mengendus jejaknya.
"Lo punya iPhone 16 Pro Max, sering jalan-jalan ke Jepang (data Imigrasi), tapi ngaku pengangguran di KTP? Sistem bakal ngasih 'Red Flag' otomatis."
Jangan Panik, Lakukan Ini!
Daripada lo deg-degan nungguin "Surat Cinta" (Surat Teguran) dari kantor pajak, mending lakuin ini:
Tertib Administrasi: Pisahin rekening pribadi dan bisnis. Catat semua pemasukan side hustle lo.
Manfaatkan Norma (NPPN): Buat freelancer, lo bisa pake skema Norma Penghitungan. Pajaknya nggak segerede karyawan kantoran kok, asal lo lapor bener.
Update Data NIK = NPWP: Pastikan data NIK lo sinkron biar nggak ada error data yang bikin lo dicurigai sistem.
Sisi Politiknya: "Pajak Kita Buat Apa?"
Di sinilah kesadaran politik Gen Z diuji. Kita dipaksa taat bayar pajak lewat sistem canggih. Fair enough. Tapi sebagai timbal baliknya, kita berhak (dan wajib) menuntut transparansi penggunaan uang itu.
Kalau sistem narik pajaknya udah selevel negara maju, fasilitas publiknya (transportasi, kesehatan, jalanan) juga harus selevel negara maju dong? Jangan sampai pajaknya Coretax, fasilitasnya Core of the Earth (jeblok).
Kesimpulan
Coretax bukan monster, itu cuma alat. Di tahun 2026, menjadi warga negara yang baik itu bukan cuma soal nyoblos pas Pemilu, tapi juga soal jujur sama penghasilan sendiri.
Pay your taxes, but watch where the money goes!

Posting Komentar