Di saat ribuan warga Jabodetabek lagi kedinginan nunggu perahu karet, linimasa kita malah dikotori sama postingan-postingan nirempati (tone deaf) dari mereka yang hidup di menara gading.
Berikut adalah 3 Tipe Postingan yang Haram Lo Lakuin Pas Banjir (kecuali lo mau dirujak netizen):
1. The "Stay Safe" Selfie (Tapi Mukanya Full Make-up)
Ini kasta terendah dari empathy. Niatnya sih mau ngucapin simpati, tapi fotonya... Selfie mirror di kamar ber-AC, outfit bermerek, muka glowing abis perawatan. Caption: "Denger kabar Jakarta banjir parah 🥺 Stay safe ya guys! Semoga cepet surut." (Disertai emoji nangis dan love).
Julid Gen Z: "Mbak/Mas, kalau mau simpati, itu muka lo nggak usah di-zoom in bisa nggak? Fokusnya ke banjir atau ke skincare lo? Validasi terooos!"
2. The "Duh, Gofood Gue Mana?" Complainers
Ini yang paling bikin emosi. Mereka update story marah-marah karena makanan yang dipesen lewat ojol telat dateng 1 jam.
"Gila sih service-nya, masa nunggu Nasi Padang aja 2 jam? Laper woy!"
Padahal di peta jelas-jelas jalanan merah semua alias macet total karena banjir. Abang ojol-nya mungkin lagi dorong motor mogok demi nganterin rendang lo.
Julid Gen Z: "Lo buta map atau buta hati? Itu abangnya lagi taruhan nyawa nerjang arus, lo malah ngomel di sosmed. Turun gih, masak mie sendiri. Manja amat."
3. Disaster Tourism (Wisata Bencana)
Ada juga tipe konten kreator yang sengaja datang ke lokasi banjir... bukan buat bantu, tapi buat bikin konten TikTok "Cinematic". Pake lagu sedih, slow motion air keruh, terus dia jalan-jalan pake boots mahal di pinggir genangan biar kelihatan "turun ke jalan". Selesai rekam? Langsung balik ke mobil, nggak ada donasi sepeser pun.
Julid Gen Z: "Banjir itu musibah, bukan latar belakang estetik buat konten lo. Kalau ke sana nggak bawa nasi bungkus atau obat, mending diem di rumah."
Pesan Moral Buat "Orang Kaya"
Kita ngerti kok, hidup lo nyaman, rumah lo tinggi bebas banjir. Tapi please, Read The Room. Kalau nggak bisa bantu materi, minimal bantu doa atau diem. Jangan nambah polusi visual dengan keluhan receh atau pamer kemewahan di saat orang lain lagi kehilangan harta benda.
Empathy is free, but apparently, it's rare.

Posting Komentar