Drama Mawa-Insanul vs Inara: Tutorial Jadi 'Savage' atau 'Legowo'?

Hypewe.com - Jujur, capek nggak sih liat timeline isinya orang klarifikasi melulu? Baru aja kita napas dikit dari drama lama, sekarang muncul lagi saga Insanul Fahmi & Wardatina Mawa.

Tapi ada yang menarik, Sob. Di tengah video minta maaf Insanul yang katanya mau "memperbaiki akhlak" itu, nama Inara Rusli tiba-tiba trending lagi. Bukan karena Inara ikutan jadi orang ketiga (amit-amit), tapi karena netizen—khususnya cewek-cewek Gen Z—maksa Mawa buat "Berguru pada Inara".

Kenapa? Karena di mata Gen Z, jadi cewek "Sabar" di tahun 2026 itu udah nggak relevan. Yang relevan itu jadi cewek "Savage".

Insanul Fahmi: Minta Maaf atau Script Reading?

Kita bedah dulu video minta maafnya Insanul. Buat Gen Z yang udah khatam nonton drama Youtuber selingkuh, video Insanul kemaren rasanya... meh.

  • Vibes-nya: Kayak lagi baca teks proklamasi. Datar, kaku, dan kurang "rasa penyesalan yang mendalam".

  • Janji Manis: Kata-kata "Saya akan perbaiki akhlak" itu terdengar heroik, tapi please deh, akhlak itu dibangun seumur hidup, bukan semalem kelar kayak candi Roro Jonggrang.

  • The Gen Z Verdict: "Bang, lo minta maaf karena nyesel, atau karena takut karir lo anyep dihujat netizen?" #Ups.

Mawa vs Inara: The Good Wife vs The Savage Ex

Di sinilah letak nyinyirnya netizen. Kita semua tau Mawa itu Angel banget. Sabar, kalem, nerima maaf. Istri idaman versi buku PPKn.

TAPI... Gen Z itu gemes liat yang kayak gini. Mereka langsung flashback ke era Inara Rusli vs Virgoun. Inara adalah blueprint cewek Gen Z kalau disakitin:

  1. Spill Bukti: Nggak pake kode-kodean, langsung screenshot mutasi rekening.

  2. Lepas Cadar (Simbolis): Tunjukin kalau lo bisa glow up dan lebih sukses tanpa laki-laki toxic.

  3. No Mercy: Bawa ke jalur hukum kalau perlu.

Makanya, pas liat Mawa "cuma" nerima maaf, netizen teriak:

"Mawa, please wake up! Jangan jadi doormat (keset). Liat Inara, dia sekarang tajir melintir dan glowing karena berani ngelawan. Bergurulah pada Suhu Inara!"

Inara Rusli: Antara Inspirasi dan Over-Exposed

Tapi jujur aja, Inara juga kadang kena nyinyir Gen Z. Awalnya didukung, tapi lama-lama dianggap "Too much drama". Setiap ada kasus selingkuh, Inara pasti muncul atau dikait-kaitkan.

Gen Z be like: "Mommy Inara keren sih, tapi kalau dikit-dikit jadi konsultan pernikahan viral, lama-lama bosen juga." Kita pengen liat Mawa punya caranya sendiri, nggak harus se-barbar Inara, tapi juga jangan selemah karakter utama sinetron indosiar.

Kesimpulan: Stop Normalisasi 'Red Flag'

Inti dari nyinyiran ini sebenernya satu: Gen Z udah muak sama siklus Cheating -> Viral -> Minta Maaf -> Balikan -> Ulangi.

Buat Insanul: Buktikan janji "akhlak" lo itu bukan cuma konten. Buat Mawa: Maafin boleh, tapi kalau dia berulah lagi, tombol Inara Mode On harus siap ditekan. Buat Inara: Keep slaying, tapi kasih ruang buat junior-junior drama ini nyelesain masalahnya sendiri ya, Mom.

Tea has been spilled. Next drama, please?

0/Post a Comment/Comments