Tren Unboxing 'Makan Bergizi Gratis': Siswa Jadi Food Vlogger!


Hypewe.com - Dulu, jam istirahat sekolah itu waktunya jajan cilok atau batagor. Di tahun 2026, jam istirahat berubah jadi momen "Unboxing Massal".

Program Makan Bergizi Gratis yang sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia memicu tren baru di TikTok. Para siswa—dari Gen Z akhir sampai Gen Alpha—ramai-ramai nge-spill menu makan siang yang mereka dapat hari itu.

"Hai Guys, hari ini kita dapet apa ya? Let's check it out!" Kalimat pembuka ala influencer itu sekarang diucapkan sama anak SD sambil buka kotak katering.

The Good, The Bad, & The "Meh"

Namanya juga katering massal jutaan porsi, kualitasnya pasti beda-beda tiap daerah. Netizen membagi review siswa ini jadi 3 kategori:

  1. Menu Sultan (Rating 10/10): Biasanya terjadi di kota besar atau daerah yang vendor kateringnya niat. Isinya: Nasi pulen, Ayam Teriyaki/Katsu, Capcay sayur segar, Buah Pisang/Jeruk, plus Susu UHT dingin. Komentar Siswa: "Gila sih ini, lebih enak dari masakan emak gue di rumah. Kenyang bego, Guys!"

  2. Menu "Yang Penting Sehat" (Rating 6/10): Isinya standar 4 sehat 5 sempurna, tapi rasanya plain (kurang bumbu). Isinya: Nasi, Telur Rebus (polos), Tahu/Tempe Bacem, Sayur Sop bening. Komentar Siswa: "Sehat sih, tapi lidah gue butuh micin. Untung bawa boncabe sendiri."

  3. Menu "Sad Meal" (Rating 3/10): Ini yang biasanya viral karena dihujat. Isinya: Nasi agak keras, lauknya dikit banget (nugget curah 2 biji), atau sayurnya udah layu. Komentar Siswa: "Pak, ini ayamnya diet ya? Kok kurus banget? Mending jajan seblak deh."

Sisi Positif: Transparansi Lewat TikTok

Meskipun ada keluhan, tren "Unboxing" ini sebenernya positif banget, Sob. Ini bentuk Pengawasan Publik secara real-time.

Pihak vendor katering atau dinas terkait jadi nggak bisa main-main sunat anggaran, karena takut diviralin sama bocil SD. Sekali viral makanannya basi atau nggak layak, besoknya langsung diganti vendor baru. The power of viral is real.

Isu Sampah: Gunung Styrofoam Baru?

Di balik keceriaan makan gratis, ada satu isu yang mulai disorot aktivis lingkungan Gen Z: Sampah Kemasan. Bayangin jutaan kotak makan (styrofoam/plastik sekali pakai) dibuang tiap hari. Sekolah jadi kewalahan ngurusin gunungan sampah baru ini.

Banyak netizen menyarankan agar siswa bawa Mistingu (Mistik/Tupperware) sendiri dari rumah, jadi panitia tinggal nyendokin lauknya (prasmanan). Lebih ribet dikit, tapi Zero Waste.

Kesimpulan

Program Makan Bergizi Gratis ini langkah besar buat berantas stunting dan bikin siswa fokus belajar (gak kelaperan). Tapi pelaksanaannya butuh dikawal terus.

Buat lo yang masih sekolah, terusin bikin konten review-nya! Suara lo (dan perut lo) adalah indikator suksesnya program ini. Kalau enak bilang enak, kalau nggak enak, viralin biar diperbaiki!

Selamat makan, calon pemimpin bangsa! Jangan lupa habisin sayurnya!

0/Post a Comment/Comments