Ada dua item yang jadi sorotan utama dan bikin darah tinggi:
Pengadaan Kursi Pijat Eksekutif: Senilai miliaran rupiah. Alasannya? Untuk "Menjaga kebugaran dan kinerja anggota dewan di tengah jadwal padat".
Pembuatan Studio Podcast Modern: Lengkap dengan kamera 8K, lighting mahal, dan peredam suara. Alasannya? Untuk "Sosialisasi kinerja ke Gen Z".
Hela napas panjang. Oke, mari kita bedah keabsurdan ini.
Kursi Pijat vs Kursi Kondangan
Pak, Bu... Kita tau kerja jadi wakil rakyat itu capek (katanya). Tapi please lah, rakyat yang gaji kalian itu kerjanya lebih capek. Kita yang WFO naik KRL desak-desakan, nerjang banjir, punggung encok, boro-boro minta kursi pijat. Dapet tempat duduk di kereta aja udah sujud syukur.
Netizen julid be like:
"Minta kursi pijat biar apa? Biar makin pules tidurnya pas rapat paripurna? Kan biasanya kursi kayu aja udah bikin ngorok."
Studio Podcast: Mau Jadi YouTuber atau Legislator?
Ini yang paling cringe. DPR mau bikin studio podcast biar bisa "Merangkul Gen Z". Spoiler Alert: Gen Z nggak butuh podcast kalian yang isinya gimmick atau scripted.
Kita butuhnya:
Undang-undang yang pro-rakyat (bukan pro-oligarki).
Solusi lapangan kerja yang susah.
Penanganan banjir yang bener.
Kalau kalian kerjanya bener, nggak usah bikin podcast pun kita bakal respect. Tapi kalau kerjanya 0 tapi kontennya jalan terus, itu namanya Pencitraan, Bos.
Kontras yang Menyakitkan
Yang bikin sakit hati itu bukan nominal uangnya, tapi Empati-nya. Di luar pagar gedung DPR yang megah itu, ada ojol yang motornya mogok kena banjir. Ada mahasiswa yang lagi demo nolak kenaikan UKT. Ada emak-emak yang pusing harga beras naik.
Terus kalian dengan santainya minta fasilitas mewah pake duit pajak kita (yang ditarik lewat sistem Coretax yang canggih itu)? The audacity is real.
Kesimpulan
Saran HypeWe buat anggota dewan yang terhormat: Batalkan pengadaan itu. Alihkan dananya buat beli pompa air raksasa atau subsidi ongkos transportasi umum. Itu baru namanya "Wakil Rakyat".
Kalau masih ngeyel beli kursi pijat, mending sekalian aja Open BO (Buka Obrolan) sama rakyat secara langsung di warteg. Gratis, nggak perlu studio podcast miliaran.
Kursi empuk, perut kenyang, rakyat... ya sudahlah.

Posting Komentar